Fiat
Market
Perdagangan
Futures
Finansial
Promosi
Selengkapnya
Pemula
Masuk
Akademi CoinEx

Apa Itu Smart Contract Crypto dan Manfaatnya ?

2022-11-04 09:50:43

Telah lebih dari satu dekade, crypto dan teknologi blockchain hadir di tengah-tengah masyarakat dunia, membawa inovasi baru di industri teknologi dan keuangan sebagai uang digital dan moda investasi baru.

Crypto dan blockchain menjadi sorotan utama dunia karena membawa teknologi baru yang dapat dimanfaatkan secara luas di berbagai sektor, yang terus diselami oleh perusahaan dan peneliti guna meningkatkan sistem teknologi yang telah ada.

Juga, sudah ada milyaran dolar AS yang masuk ke industri crypto dan blockchain untuk mendukung pengembangan industri. Itu demi mencapai sesuatu yang lebih baik di era teknologi saat ini, di mana segalanya berjalan dengan cepat, namun belum begitu tepat.

Pendahuluan

Saat ini, crypto telah menghadirkan banyak fungsi, selain sebagai moda investasi, seperti menghasilkan pendapatan pasif, menanam modal di proyek baru, donasi, pengiriman uang lintar negara dengan cepat dan murah, dan masih banyak lagi.

Teknologi bockchain pun dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan, bahkan di luar sektor crypto.

Selain itu, teknologi kontrak cerdas di jaringan blockchain juga menjadi terobosan baru yang penuh apreasiasi, karena memiliki beragam manfaat yang luar biasa.

Kini, ada semakin banyak organisasi yang menggunakan kontrak pintar untuk menutup kesepakatan dan perjanjian.

Maka, pada artikel kali ini kami akan menjelaskan secara lengkap tentang apa itu kontrak cerdas atau smart contract.

Apa Itu Smart Contract?

Apa Itu Smart Contract?

Kontrak cerdas atau smart contract adalah versi “pintar” dari kontrak tradisional, yang menetapkan ketentuan dari suatu perjanjian.

Jika kontrak tradisional dieksekusi oleh orang, kontrak cerdas dieksekusi oleh serangkaian kode yang dibangun dengan bahasa pemrograman di jaringan blockchain. Semua dibangun, ditulis dan disimpan di dalam blockchain, serta berjalan tanpa adanya pihak ketiga.

Dengan adanya kontrak cerdas, pengembang dapat membangun aplikasi segala fasilitas dalam jaringan blockchain, sembari menawarkan fungsi peer-to-peer (P2P) yang canggih. Semua berjalan secara otomatis.

Smart contract kali pertama hadir di jaringan blockchain Ethereum, yang menjadi dasar untuk membangun aplikasi terdesetralisasi (dApps) dan non-fungible token (NFT).

Adanya smart contract juga memungkinkan membangun dApps yang beragam fungsi, seperti pinjaman (lending), asuransi, pencatatan data logistik, bahkan untuk game blockchain.

Kapan Smart Contract Pertama Kali Ditemukan?

Sebenarnya, smart contract adalah teknologi yang telah lama ditemukan, jauh sebelum crypto dan blockchain ada.

Prinsip dari kontrak cerdas pertama kali diciptakan oleh seorang kriptografer dan programmer asal AS bernama Nick Szabo pada tahun 1996.

Dalam konsep Szabo, smart contract adalah protokol digital untuk mentransfer informasi menggunakan algoritma matematika, berjalan secara otomatis untuk mengeksekusi transaksi setelah kondisi yang ditetapkan terpenuhi, termasuk untuk urusan penuh atas process controlling.

Szabo juga membandingkan konsep kontrak cerdas dengan mesin penjual otomatis, di mana jika Anda memasukan uang 75 sen, mesin secara otomatis akan mengeluarkan minuman soda setara uang tersebut.

Jika minuman yang Anda pilih habis saat uang dimasukan, Anda dapat memilih minuman lain, atau menarik uang Anda kembali.

Itu adalah contoh sederhana dari smart contract, mengotomatiskan transaksi penjualan tanpa perantara manusia. Sementara, smart contract dapat mengotomatiskan hampir semua jenis transaksi.

Namun, pada masa itu konsep Szabo tidak dapat diwujudkan karena belum ada teknologi yang mampu mendukungnya, terutama belum ada keberadaan teknologi buku besar yang didistribusikan (DLT).

Konsep tersebut adalah konsep tua yang masih berlaku sampai saat ini, saat kontrak cerdas hadir dalam teknologi blockchain.

Bagaimana Cara Kerja Smart Contract di Blockchain?

Saat ini, sudah ada beberapa blockchain utama dengan kontrak cerdas, yakni Ethereum, Solana, Cardano, Tron, Algorand, EOS, Polkadot dan masih banyak lagi.

Siapa saja dapat membuat dan menyebarkan kontrak cerdas, karena itu bersifat open source.

Juga, Kode pada smart contract bersifat transparan dan dapat diverifikasi secara publik. Itu artinya, setiap pihak yang berkepentingan dapat melihat dengan tepat logika apa yang mengikuti kontrak yang dibuat saat bertransaksi aset crypto.

Berikut adalah cara kerja dari smart contract:

- Pertama, kontrak cerdas ditulis (dibuat) menggunakan bahasa pemrograman sesuai jaringan blockchain yang digunakan. Setiap kode pada kontrak cerdas akan tersimpan dalam jaringan, memudahkan dilakukannya pemeriksaan kode dan fungsinya.

- Kedua, setiap komputer dalam jaringan, atau disebut node, akan menyimpan salinan semua kontrak kontrak beserta statusnya.

- Ketiga, ketika kontrak menerima kiriman aset crypto, kode kontrak akan dieksekusi oleh semua node untuk menjalankan semua ketentuan sesuai apa yang telah tertulis di kontrak dan kode acuan. Kinerja ini memungkinkan kontrak berjalan dengan aman tanpa melibatkan orang ketiga.

- Keempat, dalam transaksi di smart contract, pengguna akan dikenakan biaya transaksi yang disebut gas fee. 

- Kelima, smart contract bersifat tetap dan mutlak, tidak dapat diubah setelah diterbitkan, bahkan oleh penciptanya. Ini memastikan tidak adanya manipulasi kontrak yang dapat merugikan pengguna.

Apa Manfaat Smart Contract?

Secara luas, smart contract menawarkan berbagai manfaat untuk penggunanya, termasuk pelaku bisnis di masa depan, di antaranya adalah:

- Independensi, semua dibangun dan dijalankan secara mandiri, hingga menghilangkan keterlibatan pihak ketiga dan penciptanya.

- Keandalan, kontrak cerdas bersifat mutlak, tidak dapat diubah ataupun dipalsukan. Kontrak juga disimpan di jaringan blockchain secara aman dan terdistribusi.

- Hemat biaya, tanpa adanya pihak ketiga, yang juga menghilangkan biaya komisi, tentu dapat menghemat pengeluaran yang dapat difungsikan ke hal lain untuk perkembangan bisnis.

- Keamanan, karena disimpan di jaringan terdistribusi, serta disalin ke semua node, maka kontrak akan aman dan tidak dapat hilang seperti halnya kontral tradisional.

- Akurasi, berjalan menggunakan kode dan algoritma matematika memungkinkan kontrak untuk menghilangkan potensi kesalahan dalam prosedur, menghilangkan risiko human error yang sering kali terjadi di kontrak tradisional.

- Efisiensi, kontrak cerdas menggantikan banyak sekali hal dalam sebuah proses perjanjian, terutama dalam bisnis seperti pihak ketiga, notaris, penggunaan kertas dan tinta, serta hal berbiaya lainnya. Efisiensi terlihat lebih jelas menggunakan kode dan kontrak cerdas, serta ini dapat berjalan selamanya.

Di masa depan, bisnis yang menggunakan teknologi blockchain dan smart contract dalam kegiatan usahanya dapat memperoleh perkembangan yang lebih maksimal, terutama dari sisi keuntungan, transparansi transaksi, kualitas barang dan lain sebagainya.

Di masa depan, pengamat yakin akan ada semakin banyak bisnis yang mengadopsi smart contract karena manfaat nyata yang ditawarkan, terlepas dari kinerja pasar crypto yang pasang surut dalam jangka pendek.

Penutup

Teknologi blockchain dan smart contract telah lama dipuji oleh pengamat, membawa peluang inovasi dan peningkatan nyata untuk berbagai sektor, yang pada akhirnya membuat segalanya kian mudah dan transparan.

Smart contract adalah lautan luas yang masih dapat terus dieksplorasi oleh pengguna untuk meningkatkan banyak industri, salah satunya industri bisnis, yang pada akhirnya akan membawa kemaslahatan bagi orang banyak.

Sebelumnya
Apa Itu Keylogger dan Cara Mencegah Serangannya?
Selanjutnya
Institusi CoinEx|Proyek Menjanjikan di StarkNet