Fiat
Market
Perdagangan
Futures
Finansial
Promosi
Selengkapnya
Pemula
Masuk
Akademi CoinEx

Apa Itu VeChain (VET)?

2022-11-11 11:00:37

Sudah diakui bahwa, teknologi blockchain adalah sebuah inovasi di bidang teknologi yang dapat memberi manfaat luas ke berbagai sektor.

Industri crypto terlahir sejak Bitcoin dihadirkan oleh pengembang pseudonim Satoshi Nakamoto, beserta dengan teknologi buku besar dan jaringan di belakangnya, untuk menjadi pembeda yang “naik level,” dibandingkan teknologi keuangan saat itu.

Meski crypto belum sepenuhnya diakui, bahkan oleh orang-orang tersohor seperti Bill Gates dan Warren Buffets, tetapi teknologi blockchain adalah pengecualian.

Pendahuluan

Blockchain adalah teknologi multi-fungsi, yang tidak hanya dapat berguna untuk proyek crypto, tetapi juga untuk berbagai sektor lain, salah satunya adalah sektor bisnis.

Salah satu blockchain hadir untuk dikhususkan berjalan di sektor bisnis, yang disebut dengan VeChain.

Mari ketahui lebih lanjut lagi mengenai apa itu VeChain, Pendiri, keunggulan, hingga cara kerja jaringan dalam ulasan CoinEx kali ini.

Apa Itu VeChain (VET)?

Apa Itu VeChain (VET)?

Jaringan VeChain atau VeChainThor adalah blockchain publik (public chain) yang dirancang untuk adopsi massal teknologi blockchain oleh pelaku bisnis atau perusahaan dari segala ukuran. 

Jaringan VeChain dimaksudkan untuk berfungsi sebagai dasar bagi ekosistem blockchain bisnis yang berkelanjutan dan berskalabilitas.

Tujuan utamanya adalah memungkinkan kolaborasi digital yang lebih baik antara pelaku bisnis, dengan memberi mereka alat baru untuk transfer data yang efisien dan manajemen rantai pasokan.

Yang menarik adalah, jaringan VeChain tidak menggunakan konsensus umum dari jaringan seperti Proof of Stake (PoS), atau Proof of Work (PoW). Jaringan VeChain menggunakan konsensus Proof of Authority (PoA).

PoA adalah algoritma konsensus berbasis reputasi yang memperkenalkan solusi praktis dan efisien untuk jaringan blockchain, khususnya yang bersifat pribadi.

Algoritma dari konsensus PoA memanfaatkan nilai identitas, yang berarti bahwa validator blok tidak mempertaruhkan (stake) koin, tetapi reputasi mereka sendiri sebagai gantinya.

Beberapa keunggulan inti dari konsensus PoA adalah skalabilitas tinggi, perlindungan privasi dan solusi yang efektif dan “masuk akal” untuk aplikasi bisnis, khususnya di sisi rantai pasokan.

Jaringan VeChain memiliki dua token utama yang disebut VeChain Token (VET) dan VeChainThor Energy (VTHO).

VET berfungsi sebagai alat transaksi nilai di dalam jaringan VeChain, sedangkan VTHO digunakan sebagai token pembayaran biaya (fee gas) untuk menggerakan transaksi di kontrak cerdas jaringan.

Sejarah dan Pendiri VeChain 

Jaringan VeChain didirikan bersama pada tahun 2015 oleh Sunny Lu, mantan Chief Information Officer Louis Vuitton Tiongkok, dan Jay Zhang.

Pada awalnya, jaringan bernama VeChain sebagai solusi untuk manajemen rantai pasokan saja.

Awalnya, jaringan dan token asli sebelumnya, disebut VEN, berjalan di jaringan Ethereum pada tahun 2017. Itu menjadi bagian dari crowdsale yang menjual 1 miliar token dan mengumpulkan US$20 juta.

Namun, pada tahun 2018 namanya diubah menjadi VeChain Thor, bertepatan dengan peluncuran protokol mainnet-nya. Crypto asli jaringan pun diganti menjadi VET.

Ketika blockchain VeChain Thor aktif, para pemegang token VEN dapat menukarnya dengan koin VET dengan rasio 1:100.

Setelahnya, jaringan menjadi lebih luas dengan mencakup kontrak cerdas, serta pengembangan aplikasi terdesentralisasi (dApps) untuk memberikan solusi data yang lebih luas.

Keunggulan dari Jaringan VeChain 

Karena berfokus pada sektor bisnis, jaringan VeChain dengan cepat menarik perhatian para pelaku dari sektor tersebut, membawa popularitas tersendiri dengan membentuk kemitraan sukses dengan perusahaan besar dan global.

Beberapa bentuk kemitraan VeChain dengan perusahaan besar seperti produsen mobil mewah BMW, yang menggunakan jaringannya untuk mencegah penipuan odometer dalam penjualan unitnya.

Walmart juga menggandeng VeChain untuk melacak asal makanan, atau bahan makanan yang mereka jual.

Keunggulan lainnya adalah jaringan VeChain menerapkan sistem dua token. Ini memudahkan pengembang dalam memprediksi biaya transaksi dalam dApps mereka.

Transparansi pada solusi bisnis, serta lebih terukur dan berskalabilitas, menjadi daya dorong lainnya bagi pelaku bisnis untuk lebih mempertimbangkan mengadopsi jaringan VeChain.

Banyak disarankan agar para pelaku bisnis memanfaatkan alat dan fitur yang ditawarkan oleh VeChain Thor untuk membantu hal-hal seperti manajemen rantai pasokan dan adopsi kontrak pintar.

Salah satu kemampuan utama dari VeChain adalah, memungkinkan penerapan langkah-langkah anti-pemalsuan, termasuk data terkait bahan baku, serta kontrol kualitas untuk berbagai produk.

Cara Kerja VeChain

Dengan kemampuan untuk memungkinkan sebuah bisnis atau perusahaan membangun dApps jenis baru untuk mereka, tim VeChain memfasilitasi semua tahap pengembangan dari nol dengan menghadirkan kit pengembangan perangkat lunak yang disebut “VeChain ToolChain.”

Tata Kelola Protokol

Membahas cara kerja VeChain, jaringan menggunakan protokol PoA sebagai konsensus utama, di mana tata kelola mengambil keputusan suara berdasarkan kepemilikan dan pengungkapan token VET.

Pemegang (hodler) dari token VET yang tidak memiliki kredensial Know-Your-Customer (KYC) dan memiliki 1 juta token akan berhak atas 20 persen dari semua suara. Untuk yang berkredensial KYC dan memegang jumlah token yang sama, berhak atas 30 persen suara.

Tata kelola memiliki 101 master node yang bertanggungjawab atas konsensus dan transaksi dalam blockchain.

Di VeChain, node dilarang beridentitas anonim, yang menjadi syarat utama untuk menjadi master node otoritas. Cara tata kelola semacam ini menggunakan sedikit daya dan tidak membutuhkan jumlah minimum validator untuk mencapai konsensus.

Selain itu, ada juga master node ekonomi, yang tidak menghasilkan blok, tetapi sebagai pemeriksa daya saja.

Untuk master node ekonomi, mereka akan mendapatkan satu suara dalam tata kelola dari setiap per 10.000 token VET yang mereka pegang.

Pendiri VeChain mengatakan bahwa tujuan dari semua master node dalam protokol dan tata kelola adalah untuk mencapai keseimbangan antara sentralisasi (terpusat) dan desentralisasi (tidak terpusat).

VeChain ToolChain

Untuk kit pengembangan VeChain ToolChain, ada dua pilar inti agar semua berjalan lancar, yakni “Bukti Otoritas” dan “Desain Dua Token”.

Bukti Otoritas berfungsi untuk mengatur proses transaksi antar pengguna, termasuk memverifikasinya dan ditambahkan ke buku besar publik VeChain.

Pengguna yang memverifikasi dan menambahkan transaksi ke blockchain disebut dengan “Authority Masternodes.”

Meski konsensus PoA membantu memproses transaksi yang sangat besar dengan cepat, ada kelemahan di sana, yakni masih bergantung dengan otoritas pusat dalam prosesnya.

Lalu untuk Desain Dua Token, blockchain memanfaatkan kinerja dua token VET dan VTHO untuk memaksimalkan biaya dalam transaksi.

Selain itu, Desain Dua Token juga ditujukan untuk mengisolasi volatilitas harga token VET dari biaya jaringan, sehingga biaya dApps di jaringan VeChain dapat membebankan biaya yang stabil.

Stabilitas tersebut dipertahankan melalui keberadaan token VTHO.

Penutup

Hadirnya teknologi blockchain, khususnya yang berfokus pada sektor bisnis seperti VeChain tentu layak untuk dimanfaatkan karena potensinya yang luar biasa.

Selain dapat meningkatkan keuntungan dari meminimalisir biaya, pelaku bisnis juga dapat melacak rantai pasokan dengan transparan.

Pada akhirnya, mereka dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di setiap prosesnya, dari hulu ke hilir, dengan mengadopsi blockchain VeChain.

Mulai investasi Bitcoin dan aset crypto lainnya di CoinEx, jual beli Bitcoin, Ethereum, Ripple, Litecoin, USDT, USDC, SHIB, DOGE, dan aset crypto lainnya, termasuk token VeChain, di CoinEx, dengan harga terbaik dan spread rendah. Daftar sekarang di sini

Sebelumnya
Mengenal dan Mengelola Risiko Keuangan
Selanjutnya
Apa Itu Keylogger dan Cara Mencegah Serangannya?