Fiat
Market
Perdagangan
Futures
Finansial
Promosi
Selengkapnya
Pemula
Masuk
Akademi CoinEx

Apa Itu Scalping dalam Trading Kripto?

2022-11-28 02:00:00


Sudah sejak berpuluh tahun lalu, kegiatan trading (perdagangan) menjadi salah satu cara investor menghasilkan uang dari aset, selain dengan berinvestasi.

Kebutuhan akan mencetak keuntungan dalam waktu yang lebih singkat untuk tujuan pengelolaan dana tertentu telah meningkatkan jumlah kegiatan trading di kalangan para profesional (institusi), maupun pemula (ritel).

Trading juga kegiatan yang dinilai lebih menantang bagi para pelaku pasar, sehingga tak jarang lebih disukai oleh para ritel dibandingkan hanya sekadar berinvestasi, karena memakan waktu tunggu yang lama.

Pendahuluan

Kegiatan trading telah menarik banyak orang untuk berkecimpung ke pasar aset, seperti saham, forex dan kripto, karena menjanjikan keuntungan yang lebih cepat, bahkan di saat pasar sedang dalam kondisi bearish.

Kegiatan trading umumnya terbagi dalam empat jenis, yakni scalping, intraday, swing dan positioning, yang dibedakan berdasarkan kerangka waktu (time frame) yang digunakan dalam menganalisis dan memutuskan posisi entri, termasuk penentuan titik kerugian dan keuntungannya. 

Mari ketahui lebih lanjut lagi mengenai apa itu scalping dalam trading, scalping kripto, perbedaan scalping dengan swing, teknik dan indikator scalping, dan lainnya dalam ulasan CoinEx kali ini.

Apa Itu Scalping dalam Trading?

Apa Itu Scalping dalam Trading Kripto?

Scalping dalam trading adalah gaya bertransaksi untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga kecil di pasar keuangan.

Pelaku scalping (scalper) menghasilkan keuntungan cepat dengan memanfaatkan volatilitas harga aset yang biasanya berlangsung hanya dalam hitungan detik atau menit.

Konsep dari scalping adalah, dalam time frame yang lebih kecil, pergerakan yang volatil lebih sering terjadi sehingga lebih mudah untuk ditangkap dan peluang tersedia lebih sering di setiap harinya.

Inti dari kegiatan ini adalah sering membuka dan menutup posisi dalam satu hari, dalam jumlah yang biasanya banyak sekali, sehingga memiliki keuntungan dan kerugiannya tersendiri dalam melakukan scalping.

Teknik scalping dalam trading yang paling sederhana adalah, melakukan aksi jual di saat harga memasuki wilayah resistance, dan melakukan aksi beli ketika harga memasuki wilayah support, memanfaatkan peluang terjadinya pantulan meski hanya sebentar saja.

Apa Itu Scalping Kripto?

 Scalping pada trading kripto adalah memanfaatkan volatilitas dari pasar kripto yang terkenal tinggi untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat, tanpa harus bergantung pada tren jangka panjang yang sedang terjadi.

Pasar kripto adalah pasar dengan volatilitas yang tinggi, satu tingkat di bawah pasar forex, karena perputaran uang dan kegiatan trading yang terus meningkat di pasar aset digital.

Memanfaatkan momentum cepat, scalper dapat meraup keuntungan dua arah dari scalping kripto dengan banyak peluang yang terjadi. 

Inti dari scalping adalah dilakukan di pasar yang bervolatilitas tinggi, sehingga pasar kripto adalah tempat yang cocok untuk melakukan kegiatan ini. Di pasar saham, scalping tidak dapat dilakukan karena volatilitas yang rendah, hanya dapat melakukan kegiatan trading intraday saja.

Perbedaan Scalping dan Swing Trading

Di antara pelaku trading, jenis kegiatan trading scalping dan swing sering kali disebutkan, dengan perbedaan yang cukup mencolok di antara keduanya.

Dari segi keputusan transaksi, scalping memanfaatkan volatilitas besar yang tercipta di pasar dalam waktu singkat. Sedangkan swing trading, trader memanfaatkan momentum yang terbentuk di harga aset yang dinilai siap untuk berbalik tren, yang biasa disebut dengan ayunan harga (swing).

Dari segi time frame, scalping biasanya menggunakan kerangka waktu yang kecil seperti 5 menit dan paling tinggi 15 menit. Sedangkan swing trading, kerangka waktu yang digunakan adalah 4 jam dan daily (satu hari).

Dari segi kuantitas transaksi, scalping dapat dilakukan berkali-kali dalam satu hari karena memanfaatkan volatilitas di time frame yang kecil di satu aset. Sedangkan swing trading, jumlah transaksi sangat sedikit, karena mungkin hanya melakukannya antara satu sampai lima transaksi saja dalam seminggu untuk satu aset. Swing fokus ke kualitas dibandingkan kuantitas.

Teknik Scalping di Trading Aset Keuangan Tradisional dan Kripto

Dalam melakukan scalping, tentu saja ada teknik atau strategi yang dapat dilakukan, bergantung dari kondisi pasar yang terjadi saat itu. Berikut adalah beberapa teknik scalping secara umum, yang dapat diterapkan di semua trading aset keuangan, termasuk kripto:

Perdagangan Volume Tinggi

Ini adalah teknik yang paling umum dan sering sekali digunakan para scalper, membeli dalam jumlah banyak untuk memaksimalkan pergerakan kecil yang terjadi di pasar, bahkan jika hanya beberapa poin saja.

Untuk menerapkan teknik ini, scalper perlu memastikan tingkat volatilitas dan likuiditas dari aset, agar transaksi dapat dilakukan secara efektif, tidak mengalami penundaan dalam eksekusinya.

Perdagangan Breakout

Ini adalah teknik yang tak kalah popular, di mana para scalper sering kali menantikan terjadinya penembusan suatu level penting seperti resistance dan support untuk membuka posisi transaksi, yang biasa disebut dengan breakout (penembusan).

Breakout termasuk teknik yang mudah dilakukan karena, breakout pada suatu level menyiratkan tren yang sedang coba dibangun, sehingga scalper hanya tinggal mengikutinya saja.

Perdagangan Rejeksi atau Reversal

Ini adalah teknik yang berkebalikan dengan teknik perdangan breakout, di mana saclpe menantikan terjadiya pantulan harga dari level penting seperti resistance dan support untuk membuka posisi.

Jika harga memantul dari level penting,, itu dapat menyiratkan terjadinya upaya perubahan tren, yang dapat dimanfaatkan dengan cepat meskipun itu terjadi dalam waktu yang sebentar saja, alias gagal berbalik arah tren.

Indikator yang Digunakan dalam Scalping

Simple Moving Average (SMA)

Indikator SMA adalah jenis indikator paling dasar yang dapat diandalkan scalper untuk menyusun strategi perdagangan yang cepat seperti scalping.

Indikator SMA dapat membantu menentukan tren jangka pendek yang terbentuk, sehingga memudahkan scalper untuk “ride the trend” guna memaksimalkan peluang keuntungan di setiap transaksi.

Exponential Moving Average (EMA)

Berbeda dengan SMA, indikator EMA difungsikan untuk membaca perubahan tren pada pasar (menggunakan dua EMA) dengan memanfaatkan persilangan indikator. Ini juga dapat menjadi salah satu faktor untuk menunjukan sinyal beli dan jual.

MACD

Indikator MACD berfungsi sebagai alat bantu untuk memahami momentum yang tersaji di pasar dan untuk menangkap pergerakan tren.

Pengaturan indikator MACD untuk scalping trading adalah dengan mengurangi EMA 26 hari dari EMA 12 hari, dengan EMA 9 hari, yang ditetapkan sebagai pengaturan default MACD atau garis sinyal untuk menandai pemicu jual beli.

Stochastic Oscillator

Berpegang pada presmi bahwa momentum selalu mendahului harga, indikator Stochastic dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan sinyal dari pergerakan aktual, tepat sebelum itu terjadi.

Indikator ini juga dapat menunjukkan kondisi harga, apakah sedang dalam overbought, atau oversold, yang dapat menjadi tanda pembalikan pergerakan harga.

Kelebihan dan Kekurangan Scalping dalam Trading

Kelebihan scalping:

- Meraup keuntungan dalam waktu singkat,

- Tidak memperdulikan tren utama pada harga aset, karena lebih fokus memanfaatkan volatilitas pasar saja,

- Dapat meraup keuntungan di pasar bullish, maupun bearish,

- Bebas dari biaya transaksi menginap (lebih dari satu malam), yang biasanya dibebankan pada aset tertentu.

Kekurangan scalping:

- Dapat menganggu psikologis karena otak dipaksa berfikir dengan cepat secara terus-menerus, dapat memicu stres,

- Sering memiliki risiko yang sama besar dengan keuntungannya (rasio 1:1) yang tidak ideal seperti trading pada umumnya yang rasio keuntungannya lebih tinggi dari risiko.

Penutup

Teknik scalping dalam trading adalah sebuah pilihan bagi para trader untuk dilakukan, menyesuaikan dengan karakteristik masing-masing karena dapat memilih teknik lain, seperti intraday, swing dan positioning.

Meski terkesan sebagai transaksi cepat, scalping tetap membutuhkan teknik dan indikator untuk meningkatkan peluang keuntungan dalam trading, yang perlu dipelajari dan terus dilakukan untuk meningkatkan pengalaman sebagai scalper sejati.




Sebelumnya
Apa Itu Initial DEX Offering (IDO)?
Selanjutnya
Apa Itu Crypto Cosmos (ATOM)?