Perbedaan Antara Kontrak Berjangka Linear dan Kontrak Berjangka Invers
Dalam pasar kontrak perpetual, kontrak biasanya dibagi menjadi kontrak berjangka linear dan kontrak berjangka inverse. Di pasar kripto, kontrak berjangka linear juga dikenal sebagai kontrak bermargin USDT atau kontrak stablecoin karena dihargai menggunakan USDT. Perbedaan terbesar antara kontrak tersebut dengan kontrak berjangka inverse, yang juga disebut kontrak bermargin koin, adalah bahwa kontrak berjangka linear menggunakan margin USDT, sementara kontrak berjangka inverse menggunakan margin koin perdagangan seperti BTC.
:quality(80)/2022-03-09/0CB570170C9DE8B92299621A62A508D0.png)
Bagaimana kita harus memahami semua ini? Lebih spesifik lagi, di pasar kontrak berjangka linear, semua kontrak menggunakan USDT sebagai margin, dan pengguna hanya perlu memegang USDT untuk berdagang di berbagai pasar. Di sisi lain, kontrak berjangka inverse menggunakan margin koin perdagangan seperti BTC dan ETH, dan pengguna harus memegang koin yang sesuai untuk berdagang di suatu pasar. Misalnya, di pasar BTCUSD, Anda harus menyetor BTC sebagai margin. Sederhananya, untuk kontrak berjangka linear, memegang USDT akan memberi Anda akses ke semua pasar tempat kontrak berjangka linear diperdagangkan, sementara Anda diharuskan memegang jenis koin tertentu saat memperdagangkan kontrak berjangka inverse. Selain itu, keuntungan yang Anda peroleh juga akan diselesaikan dalam jenis koin yang ditentukan.
Kedua jenis kontrak juga memiliki satu kesamaan: keduanya dipatok ke harga spot melalui mekanisme tingkat pendanaan. Pengguna dapat memilih Short Sell atau Long Buy pada kontrak berdasarkan penilaian mereka terhadap kondisi pasar, sehingga mendapatkan keuntungan dari kenaikan atau penurunan harga kripto. Di pasar kontrak perpetual CoinEx, Anda dapat memperdagangkan kontrak 24/7. Selain itu, tidak ada tanggal kadaluarsa/penyelesaian. Di CoinEx, Anda dapat memperoleh keuntungan melalui Short Sell, Long Buy, Long Sell untuk likuidasi, dan Short Buy untuk likuidasi. Tabel di bawah ini menunjukkan perbedaan dan persamaan antara kontrak berjangka linear dan kontrak berjangka inverse.
:quality(80)/2022-03-09/AD751172CEA5D19263DC31AA6227F26C.png)
Di CoinEx, perdagangan kontrak sekarang mencakup berbagai pasar kontrak berjangka linear dan kontrak berjangka inverse, dengan leverage hingga 100x. Anda dapat memilih jenis kontrak, pasar, dan leverage berdasarkan kondisi aset dan preferensi investasi Anda serta menyetor kripto yang sesuai sebagai margin untuk memperdagangkan kontrak.
Meski demikian, bagaimana Anda menentukan jenis kontrak mana yang akan diperdagangkan ?
Bagi pengguna pemula yang hanya memegang stablecoin, kontrak berjangka linear adalah pilihan yang lebih baik. Pertama-tama, pengguna hanya perlu memegang USDT untuk memperdagangkan kontrak tersebut; kedua, kontrak berjangka linear menawarkan ilustrasi kondisi PNL yang lebih sederhana karena USDT lebih stabil nilainya. Dengan demikian, kontrak berjangka linear adalah titik awal yang baik bagi pengguna yang baru mengenal perdagangan kontrak.
Namun, jika Anda memegang kripto lain seperti BTC dan ETH dan berpengalaman dalam perdagangan kontrak, Anda dapat membuka posisi untuk kontrak berjangka inverse. Ketika pasar berkembang, nilai kripto yang diperoleh melalui kontrak tersebut juga akan naik, dan keuntungan Anda akan berlipat ganda. Namun, jika Anda membuat keputusan yang salah, Anda juga akan mengalami kerugian berlipat ganda.
Akhirnya, perlu ditekankan bahwa perdagangan kontrak memiliki risiko. Kami tidak menyarankan untuk terjun ke dalam kontrak yang tidak Anda ketahui banyak, terutama ketika Anda tidak familiar dengan kondisi pasar.